close

Featured

021 kODUSA tampil mengganas di Rockin Jakarta 2018

021 kODUSA merupakan salah satu band nu metal asal Jakarta yang terbentuk sejak tahun 1998 silam. Sempat lama tak terdengar kini mereka kembali dengan formasi Ives (Vokal), Lila (Vocal), Lulu (Gitar), Zack (Bass), Rala (Drum) dan mulai meramaikan panggung-panggung musik keras di Jakarta dan sekitarnya.
.
“Kita sempet vakum ya karna kan dua personil kita perempuan ya, gw sma Lila jadi ada kaya cuti hamil dan urus anak. Nah sekarang mereka sudah besar jadi kita siap jalan lagi bareng Kodusa” ungkap Lulu sang gitaris saat menceritakan alasan 021 Kodusa yang sempat memutuskan break dalam berkarya.
.
Band yang juga sempat di perkuat oleh Al (Purgatory) pada posisi drum ini memiliki satu single bertitle “Damai” pada tahun 2005 dan lagu tersebut tergabung dalam album kompilasi “Revolution Of Sound” keluaran ZR Record.
.
Minggu (2/12) kemarin mereka ikut meramaikan panggung Rockin Jakarta 2018 di Anco Beach City sebuah event musik yang dipersembahkan oleh Cik Production.
.

read more

23 tahun perjalanan Tipe -x di kancah musik Indonesia

Sejak didirikan pada September 1995 silam. Band yang masih konsisten mengusung warna musik Ska ini seakan tak pernah mau berhenti untuk berkarya, itu mereka buktikan sejak album studio mereka bertajuk “Ska Phobia” dirilis pada tahun 1999 terus berlanjut hingga album ke 7 mereka “Seven” dirilis pada tahun 2012.

Saat ditemui di sela-sela persiapan mereka manggung di Rockin Jakarta 2018 Minggu (2/12) kemarin di Ancol Beach City, Tresno Riadi sang vokalis yang juga menjadi icon dari band tersebut mengatakan akan segera merilis album ke delapan mereka di awal tahun 2019 mendatang. “Ya mudah-mudahan, tahun depan kita bikin album baru” ungkap Tresno saat ditanya progres terbaru dari Tipe-X. “Album kedelapan, inshaAllah sudah siap semua” tambahnya sebelum mengakhiri perbincanga dengan IRS Media.

Tipe-X sendiri memiliki fans fanatik yaitu X-Friend dan tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Tentunya ini sebuah kabar baik yang sudah ditunggu-tunggu oleh para X-Friend untuk mendengarkan karya terbaru dari Tipe-X.

read more

Usai Tur Keliling AS, AK//47 Rilis “Loncati Pagar Berduri”

Grup asal Semarang, AK//47, merilis album ketiga bertajuk “Loncati Pagar Berduri”. Terdapat 13 komposisi grindcore dengan topik distopia dan aneka dekadensi akal sehat dalam masyarakat modern.  

“Di album terbaru ini adalah respon terhadap kejadian-kejadian di Bumi Nusantara; Kaum LGBTQ ditangkap, tempat ibadah diserang, komoditas hoax di media sosial serta isu rasisme dalam kepentingan politik. Itu adalah sebagian dari adaptasi kemarahan yang afdol dalam musik grindcore kami,” ujar Garna Raditya, vokal dan gitaris AK//47. Bersama Novelino Adam (bas, vokal) dan Yogi Ario (drum) merampungkan rekaman di Girez Studio, Semarang. 

Hal itu seiring dengan isu imigran, chauvinisme, fasisme, homophobia yang termaktub dalam lagu-lagunya yang seluruhnya memakai Bahasa Indonesia. Seperti “Bebas Berkelamin”, “Menggugat Manusia!”, “Grinkor Petir!, “Ayat untuk Menyayat”, “Kepada Bunga yang Masih Tumbuh di Beton”, “Botol, Bensin dan Mawar Untukmu” dan lainnya. Dikemas dalam kemarahan gerinda punk yang beringas dan progresif yang dirilis oleh Lawless Jakarta Records (CD) dan Disaster Records (kaset). Tak lepas pula pengaruh nuansa grindcore 90an seperti Discordance Axis, 324 dan hardcore ala Disrupt dan Totalitar.

Setelah merilis album kedua “Verba Volant, Scripta Manent” tahun 2016 yang mendapatkan 20 album terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia tersebut, Garna pindah ke Amerika Serikat (AS) sebagai imigran dan melanjutkan karier musiknya di Oakland, California (CA). Ide menggerakkan kembali AK//47 mulai dilakukan pada September 2017 dengan bergabungnya Damian Talmadge (VIOLENT OPPOSITION, ex-LACK OF INTEREST ) pada bas dan Mark Miller, drum (ex-ANISOPTERA) sebagai personel tambahan. Hal ini guna melangsungkan tur di AS agar tidak terhalang urusan imigrasi dan tiket penerbangan. Praktis, AK//47 memiliki chapter di AS yang disebut-sebut sebagai band grindcore Indonesia yang melangsungkan tur terpanjang di AS. 

Dengan segala upaya, AK//47 mewujudkannya pada turnya yang pertama, 20 April-1 Juni 2018 silam. Berlangsung di West Coast dengan total 23 kota di negara bagian California, Washington, Oregon, Utah, Idaho dan Montana. Belum lama ini AK//47 merampungkan tur kedua, mulai dari negara bagian Oregon, Idaho, Utah, Colorado, Kansas, Missiouri, Maryland, New York, Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, Minnesota, North Dakota, Montana, Washington, dan California. 

Tur tersebut bersama unit grind/powerviolence, VIOLENT OPPOSITION (Oakland, CA) mengitari AS di 21 kota dari West Coast ke East Coast pada 16 Oktober-17 November 2018 dan mengakhiri tur nya di San Fransisco, CA. Selama delapan kota pertama, tur berlangsung bersama grup grindcore legendaris ANTIGAMA asal Polandia, ROTTENNESS (Meksiko), serta beberapa pertunjukan dengan COGNIZANT (Dallas, Texas).

Adapun setelah merilis video musik single bertajuk “Lempar Petasan ke Podium” pada bulan Juli lalu, AK//47 juga sedang mengerjakan video dokumenter dari perjalanan tur 45 pertunjukan pada 41 kota di AS tersebut. “Dokumenter ini sebagai selebrasi 20 tahun AK//47 di tahun 2019, sekaligus upaya mengarsipkan awal perjalanan kami hingga saat ini,” terang Garna.(*)

Foto oleh: Rifqi Fadhlurrahman

Video Musik

AK//47 “Lempar Petasan ke Podium” [Official Music Video 2018]

read more

Angel Of Death siapkan split album dan segera buka jalan album full berikutnya

Band progressive death metal asal Sukabumi ini seakan tak pernah berhenti untuk memacu daya kreativitas bermusiknya dalam berkarya, setelah tahun lalu berhasil merilis album bertitel “Tribute to big four” Angel Of Death kini tengah mempersiapkan langkah mereka selanjutnya dalam membukukan karya-karyanya.

Band yang didirikan oleh Faizal sejak tahun 1999, saat ini tengah mempersiapkan materi paling fresh untuk sebuah projek akhir tahun berupa sebuah split album Bersama Barbarian Prophecies salah satu  band progressive death metal asal daratan Eropa. Niatan kedua band tersebut untuk membuat sebuah album split memang sudah cukup lama dan mungkin akan baru bisa dipastikan  realisasinya dari album split ini segera di akhir tahun 2018.

Menurut Faizal yang merupakan frontman dari Angel Of Death, Projek ini merupakan sebuah pemanasan dan promo untuk album ke tiga mereka di tahun 2019 mendatang. Beberapa materi yang akan masuk dalam list track di album split Bersama Barbarian prophecies ini diharapkan mampu memberikan sedikit bocoran dari materi album terbarunya nanti.

“karena AOD sendiri memang bakal terus lanjut proses rekaman untuk persiapan materi album ke 3 ditahun 2019 nanti, jadi pemanasan dl beberapa materi yang kita garap sekarang bakal jadi track special untuk split album bareng BARBARIAN PROPHECIES, mengingat kami ada kerjasama lanjutan untuk distribusi di negara mereka nanti nya” ungkap Faizal sang vokalis Angel Of Death kepada tim IRS Media pada Kamis (11/10) kemarin.

Sementara untuk label yang akan menggarap realisasi perilisan dan pendistribusiannya akan langsung ditangani oleh Metal militia 99 production. Dengan persiapan yang hampir mencapai 80% diharapkan penggarapan materi dari Angel Of death sendiri bisa segera rampung di bulan Nopember. Dari sisi artwork masih mencari beberapa artworker yang hasil karyanya benar-benar bisa menggambarkan ilustrasi tema yang diberikan oleh Angel Of Death dan Barbarian prophecies di split album kali ini.

read more