close

Review

DEMONIFICATION – OBEY THE ANTICHRIST (2017)

Spirit Antichrist yang selalu berkumandang serta menjadi akar dari segala aspek band-band yang mengusung genre Black Metal memang tidak bisa dilepaskan dari para punggawa-punggawa
seperti Dark Funeral, Mayhem, Behemoth, Gorgoroth, Mercyful Fate dan masih banyak lain-lainnya yang memang mempunya kans nya tersendiri hingga menyebar menerror keseluruh penjuru
belahan dunia. Tidak terlepas dari itu semua dari belahan kawasan Asia Tenggara pun banyak yang mengusung tema tersebut meskipun nantinya akan menjadi pro dan kontra, yang kali ini datang
dari negera yang identik dengan iconic nya “Kepala Singa”… yups dialah negara Singapore. Negara yang masuk dalam jajaran sebuah kota Kosmopolitan yang mempunyai peran penting
didalam perdagangan dan keuangan internasional. Untuk negara yang berkembang pesat ini dalam hal Musik Metal memang tidak terlalu banyak band-band metal yang dihasilkan, Metal Achive
mencatat total hanya ada 259 band saja yang pernah tercatat dari negara tersebut, itu pun dengan status yang bercampur ada yang non aktif dan masih tetap aktif. Salah satu punggawa
yang masih aktif sejak pertama band itu didirikan pada tahun 1999 hingga sekarang “DEMONIFICATION” dengan mengusung genre Black Metal dengan sentuhan kombinasi dari Thrash Metal
tetap mampu mempertahankan Eksistensi mereka didalam hingar bingar extreme Musik.

Perjalanan yang panjang dengan gonta ganti personil pun tak pernah luput menghampiri DEMONIFICATION agar band ini tetap mampu bertahan dan terus menghasilkan karya-karya terbaru mereka.
Total ada 4 Full Album, 2 EP Album dan beberapa Split serta kompilasi yang sudah menjadi perjuangan mereka, dari 1999 hingga 2018 dalam berkarya didalam jalur musik extreme ini.
dan kali ini saya berkesempatan untuk membagikan kepada kalian para pembaca setia IRS MEDIA dalam Rubrik REVIEW CD, salah satu album mereka dengan tittle “OBEY THE ANTICHRIST”
yang dirilis pada 25 Desember tahun 2017 secara digital Format, dan dieksekusi dalam Format Fisik CD pada pertengahan tahun 2018 oleh salah satu Label yang cukup muda serta D.I.Y
asal Payakumbuh, West Sumatra (Indonesia) “LOVE HAS BEEN TAKEN FROM US” cukup nyentrik bukan nama sebuah labelnya yang merilis band-band menyeramkan. Pada Album OBEY THE ANTICHRIST
ini diisi dengan lineup dengan nama-nama inisial yang cukup mengerikan sebut saja ada Psycho Fai (Vocals/Guitars), Thoth Rhalafein (Bass) dan Black Ash (Drums) yang siap memborbardir
gendang telinga kalian.

Sebelum saya mencoba membagikan gambaran-gambaran kepada kalian seperti apa materi lagu yang DEMONIFICATION coba tawarkan, mari kita sedikit luangkan waktu untuk sedikit bersabar
dan mencoba melihat kemasan yang coba disajikan. Terkemas dalam kemasan casing Jewel Case dengan format CD-R Demonification coba menerror melalui Cover Artwork karya dari Joey Delas Alas,
yang bekerja sama dengan Malik Hanael memberikan gambaran terdapat 3 buah mahluk yang menyeramkan, dimana 3 mahluk tersebut bagaikan sebuah metamorfosis antara mayat hidup dengan baphomet
lengkap dengan ornament-ornament lambang Antichrist (Salib Terbalik). Pewarnaan disini cukup terlihat simpe dimana Background polos berwarna Hitam lalu dihiasi dengan 3 mahluk yang menyeramkan
tersebut dengan warna Putih serta logo dan tittle lagu yang diberikan warna merah. Membuka layout ternyata cukup simple seperti paket hemat saja, tidak banyak yang ditawarkan disini, dimana
hanya terdapat sebuah Foto Line Up Personil dengan Latar Background mahluk yang terdapat pada Cover, info Tittle lagu serta tempat recording dan siapa saja yang ikut andil didalam album
Obey The Antichrist ini.

Aura Thrash Metal memang lebih terdengar sangat menonjol dari segi Arransement musik, Chord-chord Rhytem serta Groove simple nan memanjakan terus memborbardir melalui jari jemari Psycho Fai,
sesekali lick-lick dengan sentuhan berbau Black Metal diterapkan menghujam indra pendengaran kita memberikan aroma perpaduan yang cukup memikat, membuat kita inget berheadbang mengikuti
rhytem section yang dihadirkan. Kepiwaian Psycho Fai dalam meramu alat instrument dengan 6 senarnya tersebut menghadirkan perpaduan naik turun tempo yang terasa cukup menarik, terlebih
ketika harus menghadirkan riffing khas Thrash Metal yang berpadu dengan Riffing Black Metal hingga dikombain dengan lead cepat nan melodius serta penuh aroma kelam. Pola terstruktur kombinasi
yang cukup menarik dan tidak membuat jenuh, sepertinya DEMONIFICATION tau ketika harus membuat suata tempat venue pagelaran kapan harus mulai Crowded, kapan untuk bersantai sejenak untuk
sekedar menarik nafas sebelum riffing section kembali mengudara membuat adrenalin kita terpacu untuk berheadbang. Tak hanya piawai dalam memainkan gitar kemampuan olah Vocal dair Psycho Fai
disipun diuji ketika harus memainkan gitar sambil melontarkan bait demi baik penggalan text lagu, yang terdengar memang terdengar cukup berpower serta dengan artikulasi yang cukup jelas, hanya
saja terkadang konsistensi power serta artikulasi sedikit menurun ketika perpindahan dari pola vocal Scream Grunt ke pola Scream dengan pola menjeritnya.

Thoth Rhalafein dalam menghadirkan permainan bass nya disini terdengar cukup mampu mengimbangi pola pattern dari permainan gitar Psychi Fai, serta penyeimbang dari ketukan ketukan Black Ash pada
lini Drum, tidak banyak kejutan-kejutan memang dari pola permainan bass yang diterapkan oleh Thoth, sepertinya Thoth disini hanya bermain aman saja mencari kunci penghubung rhytem section dengan
drum section. Dimana permainan drum dari Black Ash disini terbilang cukup signifikan dengan pola pattern yang mampu semakin membuat adrenalin kita mencuat dengan hentakan-hentakan groove dan permainan
cepatnya, Namun memang pada beberapa pukulan terdengar sedikit kurang gereget namun dibalik itu semua komposisi terasa pas dan mantab untuk kombinasi dengan pola struktur bass dan gitar. Dimana era
modern seperti ini banyak band-band yang menghasilkan sound agar terdengar bersih dengan berbagai macam effect serta alat-alat pendukungnya terlebih pada sound drum, namun pada Album Obey The Antichrist
milik dari DEMONIFICATION ini sound drum terdengar natural, sedikit mungkin mengingatkan kita akan era-era drum 90an yang masih Natural dan tetap nyaman untuk didengar oleh telinga, dan dapat
membedakan dengan mudahnya ini suara bagian cymbal yang mana yang sedang dipukul.

Secara keseluruhan album OBEY THE ANTICHRIST ini cukup menarik untuk kita dengarkan, dimana perpaduan kombinasi nuansa Thrash Metal yang menggebu-gebu berpadu bersama unsur dari Black Metal yang
menjadikan kombinasi yang cukup menantang. Tidak banyak kerumitan-kerumitan yang dihadirkan didalam arransement musik disini, dimana komposisi musik terdengar simple dan mudah dicerna tanpa membuat
kita bingung, meskipun memang terdapat beberapa part yang terdengar mirip antar satu lagu dengan lagu lainnya, serta ada beberapa bagian lagu yang sepertinya terpotong begitu saja tinggal dibenahi
lagi proses masteringnya, namun dibalik itu semua klimaks terror dari Demonification cukup memberikan kejutan yang menyenangkan diwaktu kalian ingin merasakan aroma thrash black yang membuat tubuh
kita ingin berheadbang. Segera dapatkan CD nya… dan coba rasakan sensasinya!!!

“TRACKLIST”
01.Invoke Demons
02.Chaos Death Destruction
03.Torture The Slaves
04.God-Less
05.We Are Demons
06.Obey The Antichrist
07.Satanic Deadly Warlords

08.Fatal Vendetta
09.Outbreak Of Evil (Bonus Track)

Cover/Layout : 7.5
Materi Lagu : 8

Lineup :
Psycho Fais : Vocals / Guitars
Thoth Rhalafein : Bass
Black Ash : Drumm

read more

Dobrakan Split album DEAD SQUAD / THE KANDARIVAS “3593 MILES OF EVERLOAD MUSICK”

Terlepas dari segala hiruk pikuk politik di Indonesia, tahun 2018 ini banyak hal menarik yang terjadi. Di selenggarakannya Asian Games di Jakarta dan Palembang, makin maraknya festival musik sampai hebohnya es Kepal Milo. Berbicara musik keras atau rock/metal, beberapa band internasional kembali menggelar pertujukannya baik dalam sebuah konser atau bermain di festival. Dari Rotten Sound, Agnostic Front, Cradle of Filth, Inflames sampai Guns N’ Roses menyambangi Indonesia. Menyenangkan! Ditambah band-band cadas tanah air yang kembali merilis album baru di tahun ini.

Setelah merilis album “Propaganda” milik unit grindcore kawakan, Noxa, di bulan Maret kemarin. Black and Je Records kembali akan merilis album “3593 Miles of Everload MUSICK”. Ini adalah split album salah satu monster death metal terbaik Indonesia, Deadsquad, dan The Kandarivas, band experimental grindcore dari Jepang. Split album ini berisi 6 lagu, 4 milik The Kandarivas dan 2 lagu dari Deadsquad. Salah satu lagunya baru berjudul Blessphemy yang di garap dengan formasi terbaru. Formasi Deadsquad saat ini adalah Daniel Mardhany (vokal), Stevie Item (gitar), Karisma (gitar), Anak Agung Gde Agung (bass) dan Alvin Eka Putra yang juga drummer Noxa. Sementara lagu lainnya adalah sebuah daur ulang dari lagu lama mereka Altar Eksistensi Profan yang merupakan bagian dari album ke dua Deadsquad “Profanatik”. Sound dari Altar Eksistensi Profan 2.0 yang di gubah ulang jadi lebih low karena penambahan senar dalam devisi dawai, Stevie dan Karis menggunakan 7 string dan Agung menggunakan bass 5 senar untuk menghasilkan output sound yang lebih rendah. Hasil daur ulang lagu lama ini menjadi terdengar seperti lagu baru, karena memang terdengar cukup berbeda dengan versi awalnya atau mungkin karena lagu ini juga jarang di bawakan saat manggung.

Ini merupakan kontribusi pertama bagi Alvin dan Agung merekam instrumen mereka untuk Deadsquad. Sebuah cerita spesial karena 2 hari menyelesaikan sesi rekaman drum, berat badan Alvin turun 3 kg. Seluruh sesi rekaman dieksekusi di Shoemaker Studio, di bilangan Jakarta Pusat, dengan engineer Ricky dengan supervisi dari Moko. Sementara proses mixing mastering di lakukan di Noise Lab Studio oleh Miko Valent. Dia adalah personil ke-6 band ini, yang selalu meracik output sound dalam setiap penampilan Deadsquad sejak berdiri di tahun 2006. The Kandarivas sendiri merekam dan memixing 4 materi mereka di sebuah studio di Tokyo, Jepang.

Cover album “3593 Miles of Everload Musick” dengan konsep niponesia ini di kerjakan oleh Anggareza yang berhasil mengolah elemen-elemen Indonesia dan Jepang jadi satu satu kesatuan gambar yang sangat bagus dan berbeda dari cover album Deadsquad sebelumnya. Untuk split album yang dirilis dalam format CD ini. Black and Ke Rocords bekerjasama snakegoat Musik, sebagai publishing karya – karya Deadsquad, dan everloud music Japan sebagai label yang menaungi The Kandarivas. Album ini akan di distribusikan di jepang. Sementara di Indonesia album ini akan di bantu juga oleh Alaikum Records milik Daniel. Sebuah pengembangan dari kultur DIY (do it yourself) menjadi DIWO (do it with others) untuk menggambarkan semua proses ini.

Merayakan perilisan split album “3593 Mules of Everloud Music”, Deadsquad dan The Kandarivas melakukan tur di beberapa kota di Jepang di awal bulan Juni 2018. Ini merupakan tur Deadsquad untuk kedua kalinya di Jepang. Salah 2 titik tur ini adalah Everloud Japan vol. O & 1. Everloud sendiri adalah acara musik extreme yang sudah diselenggarakan 3 kali di Jakarta dan di prakarsai oleh Stevie Item dan Rifky Bachtiar dari band death metal Revenge. Everloud Japan diorganisir oleh The Kandarivas tetap berdiskusi dengan Everloud pusat yang ada di Indonesia sebagai kurator dan sebagian band yang bermain di event tersebut.

Bagi Deadsquad ini untukpertama kalinya meliris mini album (EP) ataupun split album. Sejak berdiri ditahun 2006, band ini sudah meliris 3 album penuh yang di liris dalam format CD,kaset dan piringan hitam (vinyl). Musik technical death metal yang mereka usungditunjang performance yang solid mengantarkan Deadsquad menjadi salah satu bandmetal garda depan di Indonesia. Split album “3593 Mules of Everloudmusick” ini tidak hanya ditunggu oleh Pasukan Mati, sebutan fans militanDeadsquad, tapi juga penggemar musik keras di Indonesia dan Jepang juga dibelahan dunia lainnya. Saatnya musik keras Indonesian melibas batas teritori.Long live all Indonesian metal..!

Review (Hunter)

read more

BLESS THE KNIGHTS – DUNAMOUS 2018

Standard musikalitas yang tinggi serta kemampuan memainkan alat instrument dengan skill mumpuni memang menjadi salah satu kewajiban serta daya gedor prioritas tersendiri yang menjadi daya tarik trademark untuk jenis style musik ini, dimana apabila kita coba untuk sekedar sedikit membayangkan salah satu genre yaitu “Progressive Metal”  pasti otak kita otomatis langsung merespon bagan demi bagan kerumitan apa yang akan tercipta, diantara not demi not sehingga menjadikan sebuah Partiture yang mengerikan sekaligus memukau pastinya untuk dinikmati oleh indra pendengaran kita atau bahkan dapat membuat dahi kita mengerut keras untuk sekedar mengikuti ritme yang terpatri tersebut. Dengan berbagai macam teknik-teknik skill yang memang membutuhkan konsentrasi extra, bermain dengan tempo naik turun yang berubah-ubah dengan sentuhan pengolahan singkup -singkup yang tidak mudah ditebak perpindahannya menjadikan sebuah klimaks yang dapat memberikan kita sebuah standar permainan yang cukup tinggi.

Standard tinggi inilah yang menjadi acuan dari band Progressive Metal yang berdomisili di Tangerang “BLESS THE KNIGHTS” yang diperkuat oleh orang-orang dengan skil mumpuni  sebut saja Mr.Fritz Faraday (Guitar), Olgie Alvianus (Guitar), RAD (Vocals) serta Opic (Drum) untuk dapat semakin memberikan sebuah gebrakan dengan komposisi musik yang  menarik, sekaligus menjadikan sebuah daya dobrak tersendiri bahwa BLESS THE KNIGHTS dengan style genre Progressive Metal-nya mampu menjadi sebuah icon yang mampu bersanding  bahkan bersaing dengan band-band mengerikan lainnya yang sudah mempunyai fanbase tersendiri dengan stylenya masing-masing, dimana kita tahu masa-masa sekarang ini hampir kebanyakan band memainkan style genre musik yang serupa, sehingga menjadikan sebuah dominasi tersendiri diantara roots-roots style musik metal lainnya.

Namun kehadiran BLESS THE KNIGHTS mampu menjadi sebuah angin segar untuk kalian para penikmat musik keras yang membutuhkan sesuatu yang sedikit berbeda diantara pangsa pasar  musik indonesia. Bless The Knights mampu memberikan sebuah sengatan-sengatan yang siap menikam dan menantang, dimana meskipun bermain dengan teknik kerumitan yang tinggi namun setiap komposisi musiknya dapat memberikan sebuah keindahan diantara intonasi nada-nada dengan kualitas serta kreatifitas tinggi yang tercipta. Kini Bless The Knight mencoba  semakin menancapkan kembali eksistensi mereka sebagai band yang patut diperhitungkan dengan mengeluarkan Full Album ke 2 mereka yang diberi nama “DUNAMOUS” pada April 2018,  dimana pada kesempatan kali ini Bless The Knights bekerja sama dengan “NOWED MUSIC RECORDS” sebagai Internasional Distributor.

Pada Album Dunamous ini tersaji 9 Track dimana 3 track diantaranya merupakan sebuah track Instrumental, dengan cover Artwork yang cukup terlihat Epic, dimana langit-langit  hitam berkumpul membuat sebuah pusaran mengerikan yang dimana pada bagian tengah-tengah titik pusatnya mengeluarkan sebuah cahaya yang langsung menghantam ke permukaan sebuah gunung,  dimana cover ini pun dilengkapi dengan garis-garis seperti rasi bintang yang saling berhubungan, namun entah apa maksudnya biarkan waktu yang akan menjawab maksud serta arti  dari cover artwork yang tersaji dengan epic ini. Membuka Layout demi layout kita akan disajikan dengan lirik-lirik lagu yang tercetak cukup jelas, jadi dapat memudahkan kalian  untuk memahami maksud dari Album Dunamous ini melalui lirik-lirik yang dikemas lengkap dengan background masing-masingnya berupa gambaran-gambaran Alam Semesta, yang memberikan  sebuah kesan dan pesan dimana album Dunamous ini seakan sedang bercerita tentang mengenai betapa hebat dan luasnya Alam semesta ini dengan segala macam manfaat-manfaatnya  yang tercipta melalui karya tangan tuhan didalam kehidupan kita.

Unsur Modern Progressive Metal yang tersaji dibalut dengan nuansa permainan dari style dropping low tone gitar ala “Djent” yang terdengar cukup kental menghiasi komposisi dari arransement musik yang terdengar sistematis, seakan mempermainkan mood adrenalin kita terasa dibuat terombang ambing mengikuti setiap hentakan demi hentakan rhytem section yang dimainkan. Part-part hitungan dengan pola ganjilnya semakin membuat insting emosional didalam diri kita bergejolak, eksplorasi gila-gilaan pada setiap komposisi arransement musiknya  tidak bisa mudah kita tebak dan terbayangkan sebelumnya. Seraya Bless The Knights sedang membuat sebuah Algoritma yang cukup menyita penus konsentrasi kita, namun tetap memberikan  sebuah ledakan-ledakan yang malah membuat kita penasaran untuk terus mengikuti dan menantikan kejutan-kejutan berikutnya dari setiap kepiawaian mereka dalam meramu sebuah maha  karya dengan komposisi yang dibuat serta diperhitungkan secara matang dan detail, karna membuat arransment musik seperti ini tidaklah mudah atau asal jadi, karna setiap bar demi  bar nya harus mampu memjadi sebuah sinergi kesatuan yang mampu bersanding satu dengan yang lainnya sehingga tidak terdengar Datar dan monoton.

Kombinasi permainan gitar dari duet Mr.Fritzfaraday serta Olgie Alvianus disini memang terasa sangat menonjol, dan menjadi daya tarik utama sebagai motor pendobrak dari arransement  musik secara keseluruhan. Permainan dengan skill-skill tingkat tingginya terus memegang kendali penuh meraung-raung membuat kita speclesh pastinya ketika jari jemari mereka  mulai bersentuhan dengan senar serta fret gitar yang menghasilkan nada-nada terdengar sedikit janggal. Solois Shredd yang terdengar cukup melodius silih berganti diterapkan  diantara himpitan gempuran riffing yang rumit didengar, membuat komposisi ini tidak hanya ditampilkan dengan kerumitannya saja, namun dibalik itu semua masih terdapat sebuah  pemanis yang dapat memanjakan kita. Part-part groovy bersanding dengan lick melodic yang dapat memanjakan indra pendengaran kita pun tak lepas diterapkan, membuat adrenalin  didalam diri ini serasa ingin meluapkan dan terhanyut mengikuti setiap ledakan-ledakan yang tersaji.

Duet gitaris dengan segudang tekniknya ini memang mampu membius kita, namun dibalik itu kombinasi permainan dari Opic sebagai sang eksekutor pada bagian Drum pun tak bisa dipungkiri kepiawaiannya, dimana Opic mampu mengimbangi dari duet gitar dengan menerapkan ketukan-ketukan yang semakin memperkokoh dan detail beat serta pergeseran setiap temponya agar tetap terjaga pada jalurnya. Pada setiap alat instrument disini mampu memberikan andilnya masing-masing dengan segala macam pola permainan yang saling silih berganti menghujam step by step menjadikan sebuah kombinasi harmonisasi yang memorable kerumitannya untuk diperdengarkan. Ditambah dengan dukungan dari berbagai macam karakter vocal dari RAD  semakin membuat klimaks saja, ketika vocal Growl, Scream bahkan Deep Vocal coba diterapkan silih berganti atau berduet pada Clean Vocal mr.Fritzfraday pada komposisi lagu membuat  semakin luas dan bervariasi terdengar, Power yang enerjik serta atrikulasi dalam setiap pengucapan lirik demi lirik yang terdengar jelas, dan beberapa part yang terdengar cathy  membuat kita serasa ingin ikutan melontarkan bait demi bait setiap kalimat pada lirik lagu yang menjadikan Album “DUNAMOUS” ini menjadi karya yang dahsyat dan patut untuk diperhitungkan.

Dibalut dengan kualitas Sound secara keseluruhan yang sangat nyaman untuk didengar, dan terdengar nendang banget serta detail sound dari setiap alat instrument terdengar jelas dan baik. SO buat kalian para penggila musik metal yang haus akan musikalitas yang tinggi, BLESS THE KNIGHTS melalui Album terbarunya DUNAMOUS ini kami rekomendasikan untuk kalian  dengarkan dan miliki segera CD nya…!!! karna kalian akan coba dibawa pada suatu suasana bayangkan ketika kalian berada didalam kapal yang berlayar disamudra lepas sedang menerjang, menghantam, serta menghancurkan setiap ombak yang menghadang didepannya hingga akhirnya terlepas dari jeratan ombak-ombak tersebut… itulah kurang lebih kata-kata dari sepenggal kisah yang bisa terucap setelah mendengarkan album DUNAMOUS ini.

“TRACKLIST”                                   
01.Bless The Knights Ver.2.0
02.Dunamous (Extended Version)
03.Escape Mediocrity
04.Kaizen
05.Doxazo
06.Dunamous (Instrumental)
07.Escape Mediocrity (Instrumental)
08.Doxazo (Instrumental)
09.Prosvasi

Cover/Layout : 8
Materi Lagu : 9

Lineup :
Mr.Fritzfaraday : Gitar / Clean Vocals
Olgie Alvianus : Guitar
RAD : Growl/Scream And Deep Vocals
Opic : Drum

Label : Bless The Knights and International Distribution Nowed Music Records

Review (Hunter)

read more

KEKAL – DEEPER UNDERGROUND 2018

Dijaman seperti sekarang ini bisa kita katakan dalam membuat sebuah karya terlebih dalam bidang musik dapat lebih dipermudah dengan berbagai macam tekhnologi plugin yang berhamburan dengan berbagai macam kebutuhan dan kemampuannya. Dan menjadi solois dalam sebuah penggarap karya berupa musik, instrumentnya dapat dilakukan hanya dengan seorang diri saja, karena memang kemampuan dari berbagai macam bidang tekhnologi yang tersaji semakin berkembang, dan ini mejadikan kita untuk selalu untuk mampu meningkatkan kapasitas kemampuan diri. Progress ini pula yang menjadi pemicu pada salah satu band yang sempat menjadi salah satu Movement berpengaruh pada pergerakan musik metal indonesia pada pertengahan tahun 90an, dimana kehadiran “KEKAL” band jakarta yang terbentuk pada tahun 1995 ini mampu membius dengan konseptual musik yang mereka hadirkan dengan style Avant Garde / Experimental Metal.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa menjadi solois disaat era sekarang ini mungkin lebih mudah dari pada dahulu kala, dimana kini KEKAL yang resmi pada Agustus 2009 silam dimana JEFF ARWADi untuk memutuskan tetap mempertahankan eksistensi KEKAL didalam skena musik metal tanah air maupun global meskipun semua kreatifitasnya akan hanya dilakukan dan tertumpu dengan seorang diri saja. Mulai dari menulis lagu, membuat sebuah konsep musik, memainkan berbagai macam alat instrument, memproduseri, mengoprasikan sendiri teknis ketika recording hingga finally mixing serta mastering yang dilakukan sendiri serta mungkin bisa dengan mengajak beberapa macam musisi untuk featuring, serta berbagai macam kelebihan dan kekurangannya ketika melakukan seorang diri sebagai One Man For All. Kekal sendiri sudah mempunyai 10 album Full sejak mereka berdiri hingga album mereka terakhir 2015 “Multilateral”, hingga pada Mei tahun 2018 kekal memperpanjang eksistensi Dischography mereka dalam menghasilkan karya, dimana FUll Album terbaru KEKAL ini diberi tittle “DEEPER UNDERGROUND” yang dirilis oleh label kenamaan asal kota Bogor (Indonesia) yaitu HITAM KELAM RECORDS.

Deeper Undergound ini sendiri memberikan sentuhan sentuhan yang cukup menarik melalui pola pattern konsep style musik yang cukup berbeda, jangan harap kalian akan menemukan suatu konsep pada album mereka yang sebelum-sebelumnya, dimana perkembangan jaman serta teknologi yang ada dengan berbagai macam proses keunikan hingga keseriusan karya itu tercipta merupakan suatu proses yang dapat menjadikan sebuah karya itu terdengar serta terasa berbeda antara album Kekal lainnya, meskipun memang benang merah dari kesemua album masih harus tetap terjaga dengan konsep style Avant Garde metalnya. Eksplorasi kreatifikas gila-gilaan tanpa batas di Album Deeper Underground ini kembali memberikan indra pendengaran kita sesuatu yang tak terduga, dimana memang proses penggojlokan instrumentnya KEKAL melalui Jeff Arwadi menerapkan pola yang bebas sesuai ekpresi apa yang dia suka serta rasakan yang meliputi waktu serta tempat pada saat itu sepertinya, dimana tidak seperti kebanyakan band lainnya dalam menggarap sebuah karya yang terstruktur dengan metode dan standar pola pakem yang mendasar.

Kreatifitas seorang Jeff Awardi tidak perlu diragukan lagi, banyak sesuatu yang unik serta sedikit “Out Of The Box” yang tidak biasa kita dengar coba diterapkan pada Album Deeper Underground ini, dimana banyak instrumen-instrument serta elemen-element baru, serta berani mengeksplore sound-sound serta beat tertentu yang coba diterapkan pada setiap komposisi musik di album ini yang membuat cukup menarik dan bervariasi pastinya. Album Deeper Underground ini sendiri menghadirkan 9 Track yang penuh muatan pesan-pesan yang cukup mendalam didalam kehidupan, sosial, politik, ekonomi, lingkungan sehari-hari umat manusia. Cover Artwork photography by Levi Sianturi mencoba menceritakan sebuah lubang gorong-gorong bawah tanah yang cukup besar nan gelap dimana hanya dihiasi oleh sedikit sinar remang-remang cahaya dari lampu yang seakan membawa kita untuk menelusuri larut kesuatu tempat yang lebih dalam lagi. Membuka layout demi layout kita akan disajikan dengan lirik-lirik lagu serta artwork-artwork Illustration yang sejalan dengan lirik lagu serta makna tema dari album “Deeper Underground” yang Kekal coba angkat serta ceritakan.

Konseptual musik yang memadukan unsur experimental berbagai macam style genre ini menjadikan sebuah klimaks yang mungkin membingungkan ketika pertama kali kalian orang awam mendengarkannya, bagaimana tidak berbagai macam instrumental serta elemet sedikit unik coba diterapkan didalam komposisi musiknya. Berbagai macam tempo naik dan turun pun tak luput menghiasai berbagai pattern, mulai dari beat-beat santai, hingga cepat disajikan silih berganti membuat kita terasa dibawa kesuatu alam berbeda… Ornament-ornamet pendukung dari syntesizer yang menghasilkan suara-suara elektronik nan unik serta sedikit horror dan kelam pun menjadi pemanis dan daya pikat yang cukup menarik disela-sela gempuran distorsi. Pemilihan pola lick-lick gitar simple dan catchy memang terdengar easy listening sehingga kita tidak hanya diberikan sesuatu yang mengejutkan melalui instrument lainnya, Rhytem gitar pun disajikan dengan sesuatu yang lebih mudah dicerna membuat kita mengalir saja mengikuti setiap sayatan demi sayatannya yang bersinergi dengan lead-lead yang terdengar manis untuk didengarkan, sehingga menjadikan suatu harmonisasi berkesinambungan antara bar demi bar nya yang disajikan memang terkadang cukup anjlok perpindahan bridgenya tapi disitu sisi kenikmatan dan keunikan yang Kekal sajikan.

Tune-tune khas electronic dari Syntesizer memang menjadi daya utama yang hampir menghiasai setiap lini komposisi arransmenet instrumentnya, banyak element-element style EDM yang diselipkan yang menjadikan suatu kejutan kejutan tak terduga, hingga penerapam sebuah sampling instrumental orchestra khs Gregorian yang terdengar kelam, epic terdegnar.Komposisi Pattern drum disini memang terdengar cukup bervariasi, mulai dari ketukan simple hingga rumit, dari ketukan santai hingga cepat ala blastbeat tersaji bercampur membuat sebuah pattern yang unik dengan iringan pola permainan bass yang terdengar cukup mengalir mengikuti tempo pattern dari gitar serta drum. Olah vocal Scream serta growl disini tersaji cukup epic penempatannya terlebih ketika mesti dibumbui dengan clean vocal dari featuring Voclucis membuat setiap komposisi musik di album Deeper Underground ini benar benar luas cakupannya tanpa terbelenggu satu buah style pakem tertentu. Dibalut dengan Sound secara keseluruhan yang terdengar sangat nyaman didengar dan detail setiap instrumentnya. Berbagai macam varian sound pun tak luput menghiasai sound drum demi membuat nyawa dari lagu itu menjadi selaras dengan komposisi dari sound sound tune elcetronic, sehingga mampu membuat hidup lagu tersebut bisa terdengar pedih atau kelam, riang dan sedikit santai, keras nan cepat dari unsur style metal semuanya menjadi campur aduk bagaikan gado-gado yang tetap nikmat untuk disantap.

So bagi kalian yang membutuhkan suatu konsep musikalitas yang cukup berani dengan bermain mengeksplore kreatifitas tanpa batasan suatu style genre tertentu yang membuat kita terkungkung pada pakem yang sama, Album penuh ke 11 milik KEKAL “DEEPER UNDERGROUND” siap menghadirkan sesuatu yang membuat indra pendengaran serta jiwa kita akan terhanyut mengikuti setiap irama demi irama yang tersaji begitu epic dan penuh kejutan yang tak terduga pada setiap komposisi arransement musiknya, setiap orang ketika mendengarkannya akan mempunyai esensinya tersendiri menurut kami didalam menikmati album Deeper Underground ini.

Jadi tunggu apalagi segera miliki sekarang juga CD nya, dan ada sedikit info apabila kalian membeli kemasan album yang dirilis via HITAM KELAM RECORDS ini, kalian akan mendapatkan sebuah bonus berupa secarik kertas yang berisikan COde untuk Free Dowload Full Album “DEEPER UNDERGROUND” secara Digital Format pada situs bandcamp milik Kekal Band.

“TRACKLIST”                                            
01.Root Of All Evil
02.Sanity Away From Sanity
03.Speed Of God
04.Rotten In The House
05.Deeper Underground
06.The Many Faces Of Your Faces
07.Revealment
08.Triple Evils
09.End Of Hegemony

Cover/Layout : 8.5
Materi Lagu : 8.5

Lineup :
Jeff Arwadi : All Instrument
Voxlucis : VOcals Feat “Revealment”
Label : HITAM KELAM RECORDS

Review (Hunter)

read more