close

Dobrakan Split album DEAD SQUAD / THE KANDARIVAS “3593 MILES OF EVERLOAD MUSICK”

IRS MEDIA

Terlepas dari segala hiruk pikuk politik di Indonesia, tahun 2018 ini banyak hal menarik yang terjadi. Di selenggarakannya Asian Games di Jakarta dan Palembang, makin maraknya festival musik sampai hebohnya es Kepal Milo. Berbicara musik keras atau rock/metal, beberapa band internasional kembali menggelar pertujukannya baik dalam sebuah konser atau bermain di festival. Dari Rotten Sound, Agnostic Front, Cradle of Filth, Inflames sampai Guns N’ Roses menyambangi Indonesia. Menyenangkan! Ditambah band-band cadas tanah air yang kembali merilis album baru di tahun ini.

Setelah merilis album “Propaganda” milik unit grindcore kawakan, Noxa, di bulan Maret kemarin. Black and Je Records kembali akan merilis album “3593 Miles of Everload MUSICK”. Ini adalah split album salah satu monster death metal terbaik Indonesia, Deadsquad, dan The Kandarivas, band experimental grindcore dari Jepang. Split album ini berisi 6 lagu, 4 milik The Kandarivas dan 2 lagu dari Deadsquad. Salah satu lagunya baru berjudul Blessphemy yang di garap dengan formasi terbaru. Formasi Deadsquad saat ini adalah Daniel Mardhany (vokal), Stevie Item (gitar), Karisma (gitar), Anak Agung Gde Agung (bass) dan Alvin Eka Putra yang juga drummer Noxa. Sementara lagu lainnya adalah sebuah daur ulang dari lagu lama mereka Altar Eksistensi Profan yang merupakan bagian dari album ke dua Deadsquad “Profanatik”. Sound dari Altar Eksistensi Profan 2.0 yang di gubah ulang jadi lebih low karena penambahan senar dalam devisi dawai, Stevie dan Karis menggunakan 7 string dan Agung menggunakan bass 5 senar untuk menghasilkan output sound yang lebih rendah. Hasil daur ulang lagu lama ini menjadi terdengar seperti lagu baru, karena memang terdengar cukup berbeda dengan versi awalnya atau mungkin karena lagu ini juga jarang di bawakan saat manggung.

Ini merupakan kontribusi pertama bagi Alvin dan Agung merekam instrumen mereka untuk Deadsquad. Sebuah cerita spesial karena 2 hari menyelesaikan sesi rekaman drum, berat badan Alvin turun 3 kg. Seluruh sesi rekaman dieksekusi di Shoemaker Studio, di bilangan Jakarta Pusat, dengan engineer Ricky dengan supervisi dari Moko. Sementara proses mixing mastering di lakukan di Noise Lab Studio oleh Miko Valent. Dia adalah personil ke-6 band ini, yang selalu meracik output sound dalam setiap penampilan Deadsquad sejak berdiri di tahun 2006. The Kandarivas sendiri merekam dan memixing 4 materi mereka di sebuah studio di Tokyo, Jepang.

Cover album “3593 Miles of Everload Musick” dengan konsep niponesia ini di kerjakan oleh Anggareza yang berhasil mengolah elemen-elemen Indonesia dan Jepang jadi satu satu kesatuan gambar yang sangat bagus dan berbeda dari cover album Deadsquad sebelumnya. Untuk split album yang dirilis dalam format CD ini. Black and Ke Rocords bekerjasama snakegoat Musik, sebagai publishing karya – karya Deadsquad, dan everloud music Japan sebagai label yang menaungi The Kandarivas. Album ini akan di distribusikan di jepang. Sementara di Indonesia album ini akan di bantu juga oleh Alaikum Records milik Daniel. Sebuah pengembangan dari kultur DIY (do it yourself) menjadi DIWO (do it with others) untuk menggambarkan semua proses ini.

Merayakan perilisan split album “3593 Mules of Everloud Music”, Deadsquad dan The Kandarivas melakukan tur di beberapa kota di Jepang di awal bulan Juni 2018. Ini merupakan tur Deadsquad untuk kedua kalinya di Jepang. Salah 2 titik tur ini adalah Everloud Japan vol. O & 1. Everloud sendiri adalah acara musik extreme yang sudah diselenggarakan 3 kali di Jakarta dan di prakarsai oleh Stevie Item dan Rifky Bachtiar dari band death metal Revenge. Everloud Japan diorganisir oleh The Kandarivas tetap berdiskusi dengan Everloud pusat yang ada di Indonesia sebagai kurator dan sebagian band yang bermain di event tersebut.

Bagi Deadsquad ini untukpertama kalinya meliris mini album (EP) ataupun split album. Sejak berdiri ditahun 2006, band ini sudah meliris 3 album penuh yang di liris dalam format CD,kaset dan piringan hitam (vinyl). Musik technical death metal yang mereka usungditunjang performance yang solid mengantarkan Deadsquad menjadi salah satu bandmetal garda depan di Indonesia. Split album “3593 Mules of Everloudmusick” ini tidak hanya ditunggu oleh Pasukan Mati, sebutan fans militanDeadsquad, tapi juga penggemar musik keras di Indonesia dan Jepang juga dibelahan dunia lainnya. Saatnya musik keras Indonesian melibas batas teritori.Long live all Indonesian metal..!

Review (Hunter)

IRS MEDIA

Leave a Response